Rabu, 04 Juni 2014

Pengumuman kelas ADSIBO (Tugas Susulan 1, 2 dan 3)

Bagi yang ingin mengumpulkan susulan Tugas 1 , 2 dan 3 perhatikan detil di bawah ini : 

  1. Tugas pertama dari kelas dosen bisa dilihat di sini Subject : tugas01_susulan_ADSIBO_nim DEADLINE SUSULAN 8 JUNI 2014 11.00 KIRIM KE 682011016@student.uksw.edu. NILAI MAKSIMAL 80
  2. Tugas instalasi rational rose :
    Subject : tugas02_susulan_ADSIBO_nim DEADLINE 8 JUNI 2014 23:59
    KIRIM KE yoancaroline93@gmail.com. NILAI MAKSIMAL 80
  3. Tugas 3 soalnya adalah membuat usecase diagram (kerjakan di word !) dengan keterangan sebagai berikut :

    AKTOR PEMBELI : di mana aktivitasnya adalah registrasi, melihat menu, pemesanan, melihat pesanan 

    AKTOR ADMIN : di mana aktivitasnya adalah mengelola member, mengelola menu, melihat menu, view pesanan, konfirmasi pesanan 

    subject : tugas03_susulan_ADSIBO_nim DEADLINE 9 JUNI 2014 11.00 
    KIRIM KE 682011016@student.uksw.edu. NILAI MAKSIMAL 70

Lebih dari waktu deadline yang ditentukan tidak diterima dan nilai = 0. Terima kasih. 

Rabu, 03 Juli 2013

Perencanaan Strategis Sistem Informasi Manajemen - 5 : Mengenal lebih dalam PSSIM


Pendekatan - pendekatan pada perumusan strategi SI/TI

Bagan yang menggambarkan input dan tool kit dalam perumusan strategi SI / TI. 
Terdapat banyak pendekatan yang fungsinya berbeda - beda

Dalam perumusan strategi yang nantinya akan berakhir pada implementasinya, diperlukan langkah – langkah yang strategis. Ketidakmampuan untuk mengelola dukungan atau sistem operasional secara sukses secara keduanya akan mengurangi kemampuan untuk menyadari manfaat yang ada dan menyerap sumber daya dari aplikasi yang tingkat kepentingannya lebih rendah.

Tujuan dari tahap perencanaan strategi adalah untuk menentukan aplikasi apa di masa depan yang sesuai untuk bisnis kita. Sebuah model perencanaan paling tidak terdiri dari input, tools dan teknik serta konsep produk. Pada bagan tersebut, dapat kita lihat bahwa ada 4 hal utama dalam perumusan strategi dan teknik untuk pengisian portofolio antara lain :

  • External long term—external business environment. Sejauh mana SI/TI, atau mampu, mengubah produk, pasar dan hubungan industri.

  • External short term—external IS/IT environment. Penggunaan SI/TI oleh pesaing bisnis . Peluang yang diciptakan oleh IS / IT untuk mengubah keseimbangan kompetitif kekuatan dan pengaruh pada industri

  • Internal long term—internal business environment. Bagaimana aplikasi SI /TI yang baru  lebih efektif dapat mendukung atau meningkatkan strategi bisnis perusahaan

  • Internal short term—internal IS/IT environment and current application  portfolio. Sejauh mana sistem yang ada dapat mendukung strategi yang dipilih dan kekritisan sistem tersebut untuk menghindari kerugian bisnis dan mempertahankan keuntungan yang ada

Portofolio Aplikasi 

Hasil akhir perumusan strategi adalah portofolio aplikasi. 3 komponen penting portofolio aplikasi adalah :
  1. Aplikasi yang dipakaiAplikasi yang digunakan sekarang harus dapat ditinjuai dan dinilai seberapa bergunanya dan membeantu dalam proses bisnis yang sedang kita jalankan .Bagaimana peran aplikasi tersebut dalam membantu kinerja bisnis yang sedng berjalan harus dapat dilihat secara posotif dan negatifnya.
  2. Aplikasi yang diperlukanAplikasi ini adalah aplikasi yang  akan diperlukan untuk mencapai tujuan bisnis dan dapat terbukti memiliki kontribusi spesifik untuk membuat perubahan yang lebig baik dengan apliaksi ini.
  3. Aplikasi yang potensialAplikasi ini merupakan aplikasi yang dapat  mengukur bagaimana keadaan bisnis kita di masa yang akan datang. Aplikasi ini dapat mengukur peningkatan kinerja bisnsi yang sedang kita lakukan.

  Dalam membentuk portofolio aplikasi terdapat tahapan - tahapan penting, yaitu:

  • Menilai kebutuhan investasi yang dibutuhkan untuk membangun aplikasi tersebut. Mengintepretasi dan mengidentifikasi apa tujuan bisnis yang akan dicapai adn bagaimana strategi-strategi yang dijalankan guna mencapai tujuan tersebut. Kita harus jeli mengidentifikasi proses aktivitas bisnis yang dilakukan.
  • Penilaian terhadap Si/TI yang berhubungan dengan bisnis. Kita harus mengerti tentang struktur dan strategi bisnis yang kita jalankan dan menuyusun analisis SWOT dalam bisnis kita.Kita juga harus dapat menganaliis apa yang terjadi di lingkungan bisnis sekarang  ,menganalaisis keadaaan internal organisasi kita sendiri juga harus diperhatikan sehingga semuanya dapat berkontribusi pada peningkatan kinerja bisnis kita.
  • Mengidentifikasi permintaan dan potensi sebagai investasi masa depanMempertimbangkan bahwa penggunan SI/TI akan berdapmka pada pasar sehingga SO/TI akan memiliki potensi untuk meningkatkan kinerja bisnis dan nilai yang ada.

Tahapan dalam pembentukan portofolio aplikasi 



Potensi strategi SI/TI di masa depan


     Potensi ke depan dengan adanya strategi SI / TI sangat tinggi. Penggunan strategi SI / TI dapat menentukan atau menemukan potensi bisnis kita dimasa mendatang dan pengembangan dalam bisnis yang dijalankan dengan menggunakan teknologi informasi sebagai sarananya. Maka, jelas dengan adanya strategi SI / TI akan membantu sebuah organisasi dalam pengambilan keputusan untuk melakukan rencana bisnisnya dan merealisasikan pencapian bisnisnya. Utamanya, penggunan strategi SI / TI dapat bermanfaat untuk :

  • Memperbaiki efisiensi kerja dengan melakukan berbagai proses yang akan mengolah informasi tersebut secara otomatis. 
  • Meningkatkan keefektifan manajemen dengan memuaskan kebutuhan informasi guna pengambilan keputusan.
  • Memperbaiki daya saing atau meningkatkan keunggulan kompetitif organisasi dengan merubah gaya dan cara berbisnis.


Oleh sebab perkembangan teknologi (terutama dalam hal ini adalah teknologi informasi) yang pesat setiap tahunnya, maka penggunaan TI dan SI sebagai salah satu rencana strategis perusahaan akan menjadi hal yang lumrah. Dengan begitu jelas potensi penggunaan strategi SI / TI ke depannya akan semakin tinggi. Tapi semua kembali ke kebutuhan dan kemampuan setiap perusahaan. 

Refrensi :
Materi 4 - Pengantar Perencanaan Strategis SIM (FTI UKSW 2013)
strategic Planning for Information System (John Peppard 2003)


Oleh : 682011016, 682011014, 682011049.

Jumat, 28 Juni 2013

Perencanaan Strategis Sistem Informasi Manajemen - 4 : Memahami Kondisi Perusahaan

Setelah kita paham tentang strategi bisnis dan strategi SI / TI, kita jadi paham tentang ada hal yang disebut sebagai penyelarasan. Ya, hal ini menjadi perhatian utama bagi setiap perusahaan yang ingin menerapkan teknologi informasi di dalam proses bisnisnya. Namun bagaimana sih cara sebuah perusahaan agar tahu keadaan perusahaannya sesuai atau tidak dengan strategi bisnisnya ? Apakah seluruh infrastruktur teknologi informasi sudah berfungsi maksimal ? Berikut kami bahas secara singkat namun padat mengenai pentingnya analisa kondisi bisnis dan kondisi SI / TI pada sebuah perusahaan. Cheers :)



Pentingnya memahami kondisi bisnis 
dan kondisi SI / TI sebuah perusahaan


Bagan yang menggambarkan keterkaitan tiga strategi



    Pada bagan di atas, dapat kita pahami bahwa strategi SI menjadi perantara antara strategi TI dan strategi bisnis perusahaan. Strategi bisnis berisi keputusan – keputusan bisnis, visi dan misi, tujuan dan arahan bisnis dan lain sebagainya. Sehingga, strategi bisnis adalah landasan tujuan perusahaan yang nantinya akan menjadi arahan bagi strategi SI. Strategi SI mencoba untuk menyesuaikan kebutuhan akan teknologi informasi perusahaannya disesuaikan dengan strategi bisnis yang ada. Jadi pada bagian ini, strategi SI mencoba mendaftar kebutuhan apa saja yang membuat perusahaan memerlukan dukungan teknologi informasi untuk pencapaiannya. Pada bagian strategi TI, infrastruktur apa saja yang dibutuhkan diatur sehingga dapat memberikan layanan yang dapat mendukung pencapaian tujuan perusahaan.


    Strategi SI/TI harus diselaraskan dan disesuaikan dengan kondisi bisnis yang sudah dilaksanakan. Sehingga penggunaan SI/TI benar-benar efektif dan efisien untuk perusahaan tersebut. Jangan sampai pengunaan SI/TI malah membuyarkan atau mengacaukan proses bisnis yang telah berlangsung baik di perusahaan tersebut sebelum penggunaan SI/TI. Yang penting penggunaan SI/TI tepat sasaran dan tepat guna untuk user yang membutuhkannya sehingga penggunaan SI/TI dapat membantu dalam pencapaian target/tujuan yang sudah ditetapkan. 

    Penyelarasan tujuan akhirnya adalah untuk menjalankan beberapa hal secara berdampingan dengan efektif. Strategi bisnis dan strategi SI/TI sering mengalami gap dan salah pengertian. Prinsip eknonomis strategi bisnis terkadang berlawanan dengan strategi TI yang  dengan tujuannya memaksimalkan layanan dan kinerja sehingga mereka kerap kali mengajukan penggunaan teknologi informasi yang  budgetnya dianggap tinggi oleh pihak perancang strategi bisnis perusahaan. 

      Apabila tidak selaras antara strategi SI/TI dengan strategi bisnis maka tiga hal ini akan berjalan sendiri-sendiri sehingga suatu perusahaan atau organisasi tersebut tidak akan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Strategi bisnis menggunakan cara A sedangkan startegi SI/TI yang digunakan tidak pendukung cara A tersebut berjalan dengan baik maka hal itu akan sia-sia .Penggunaan SI/TI tidak menjadi efektif dan efisien .

      Maka dari itu penyelarasan antara strategi SI / TI dengan strategi bisnis menjadi hal yang esensial atau sangat dibutuhkan secara mendasar karena adanya keterkaitan penting antara tiga strategi tersebut (keterkaitan antara strategi bisnis dan strategi SI / TI dapat dilihat di bagan di atas). Ada hubungan timbal balik yang sangat penting antara ketiganya. Strategi bisnis berisi bagaimana perusahaan melakukan bisnisnya, strategi SI menganalisis kebutuhan – kebutuhan (akan teknologi informasi) apa saja yang dibutuhkan perusahaan untuk pencapaian tujuan hingga akhirnya pada strategi TI pengadaan infrastruktur dan pelayanan diatur sehingga dapat mendukung proses bisnis perusahaan. 



Kondisi internal dan eksternal

4 lingkungan yang mempengaruhi perusahaan

Dalam suatu perusahaan paling tidak kita harus memahami 4 kondisi yang harus dipahami saat akan atau bahkan sudah menerapkan teknologi informasi ke dalam proses bisnisnya. Hal - hal tersebut antara lain :

  • Lingkungan internal bisnis terdiri dari strategi yang dipakai, tujuan dan sumber daya. Untuk mengetahui kondisi internal bisnis perusahaan kita sebenarnya ada banyak cara (analisis SWOT, BCG, dsb). Salah satunya dengan analisis SWOT yaitu dengan mengidentifikasi Visi dan misi organisasi Strategi yang ada beserta dengan hasil implementasi strategi tersebut, Sumber daya, aktifitas, budaya, dan nilai nilai organisasi.
  • Lingkungan eksternal bisnis terdiri dari kondisi ekonomi, industri dan iklim persaingan antar perusahaan. Tidak terbatas tiga hal tersebut, lingkungan eksternal bisnisnya antara lain yang ikut mempengaruhi keadaan perusahaan adalah keadaan politik, lingkungan hidup, sosial, budaya dan hukum. Dengan menggunakan analisis SWOT sebenarnya hal ini dapat dianalisis. Kita akan mengkategorikan faktor – faktor tersebut ke kategori faktor yang menjadi threat bagi perusahaan atau malah menjadi oppotunity.
  • Lingkungan internal SI/TI dapat dilihat dari perspektif SI / TI yang digunakan sekarang dan portofolio. Untuk mengetahui kondisi internal SI/TI, kita dapat mengetahuinya melalui portofolio. Portfolio aplikasi tersebut menggambarkan sebaran dan pemanfaatan seluruh aplikasi yang ada ataupun akan dikembangkan serta yang telah di implementasikan. Selain itu, analisa kondisi menggunakan Business Value Maturity Model, dimana analisa akan mengukur dan meningkatkan nilai yang diberikan oleh IT kepada sebuah perusahaan dengan cara melihat keadaan IT di perusahaan dan memasukkannya ke dalam level - level yang ada serta kemudian menganalisa fungsi dan keberadaan IT di perusahaan tersebut juga dapat membantu perusahaan mengetahui secara pasti keadaan internal SI / TI perusahaan.
  • Lingkungan eksternal SI / TI adalah tren teknologi yang sedang berkembang dan peluang – peluang yang ada. Kondisi lingkungan eksternal bidang IS IT organisasi dapat diperoleh dengan cara menganalisis perkembangan teknologi di dunia Strategi IT yang digunakan pesaing dalam meningkatkan bisnisnya serta menganalisis teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses bisnis.



Beberapa model dan teknik yang digunakan dalam menganalisis kondisi SI/TI dan bisnis 


    Ada banyak sekali model dan teknik yang digunakan dalam menganalisis kondisi SI / TI dan bisnis. Tujuannya memang sama yaitu untuk memastikan kondisi riil yang terjadi dalam perusaahaan tersebut baik kondisi internal dan eksternal bisnisnya maupun kondisi internal dan eksternal SI/TI - nya. Dari sekian banyak metode, berikut kami jelaskan secara singkat beberapa model dan teknik yang biasa digunakan dalam analisa kondisi : 

    1. Critical Success Factor analysis
John Rochart dalam Tozer (1996) : CSF merupakan suatu ketentuan dan organisasi serta lingkungannya yang berpengaruh pada keberhasilan atau kegagalan organisasi. CSF dapat ditentukan jika tujuan organisasi telah diidentifikasi.
Manfaat dan tujuan CSF : menginterpretasikan tujuan (objectives) secara lebih jelas untuk menentukan aktivitas yang harus dilakukan dan informasi apa yang dibutuhkan (Ward dan Peppard. 2003).
Hubungan strategi bisnis, strategi SI/TI dan CSF : Agar tujuan-tujuan strategis organisasi dapat diwujudkan, maka untuk setiap tujuan strategis akan ditentukan kegiatan dan indicator pengukurannya sebagai faktor kunci keberhasilan dalam pelaksanaan Selanjutnya dari CSF tersebut, akan ditentukan strategi bisnis yang harus ditempuh agar kegiatan dapat diimplementasikan, termasuk menentukan kebutuhan-kebutuhan informasinya. Berdasarkan kebutuhan informasi yang ditarik dan kegiatan CSF tersebut, selanjutnya ditentukan strategi SI-nya .
    1. Balanced Scorecard analysis
Wikipedia, 2013 : BCS adalah suatu konsep untuk mengukur apakah aktivitas-aktivitas operasional suatu perusahaan dalam skala yang lebih kecil sejalan dengan sasaran yang lebih besar dalam hal visi dan strategi.
Manfaat dan tujuan BCS : membantu memberikan pandangan yang lebih menyeluruh pada suatu perusahaan yang pada gilirannya akan membantu organisasi untuk bertindak sesuai tujuan jangka panjangnya.

    1. Business portfolio and competitive strategic analysis
Adalah metode untuk mengkategorisasi produk badan usaha sesuai dengan posisinya dengan pesaing dan pertumbuhan bisnisnya yang gunanya untuk menyusun perencanaan strategis.
    1. Value chain analysis
Adalah metode untuk melakukan identifikasi mengenai proses kunci apa yang penting, dan proses mana yang sekedar pendukung. Sejatinya teknik analisis ini  merupakan sebuah analisa untuk mengidentifikasi rantai proses apa yang paling memberikan value dalam seluruh proses organisasi. Proses value chain analysis itu perlu dijalankan agar diketahui pada area apa saja terdapat proses yang paling memberikan valued added bagi kinerja organisasi.

Refrensi :
http://ilmumanajemenproduksi.com/
Materi 4 - Pengantar Perencanaan Strategis SIM (FTI UKSW 2013)

Oleh : 682011016, 682011014, 682011049. 

Sabtu, 15 Juni 2013

Perencanaan Strategis Sistem Informasi Manajemen - 3 : Membangun Strategi SI dan TI

Di postingan sebelumnya, kita sudah paham mengenai strategi bisnis. Nah, kali ini kita akan membahas hal selanjutnya yang perlu diperhatikan sebuah perusahaan yang ingin mengimplementasikan penerapan teknologi informasi ke dalam proses bisnisnya. Lantas bagaimanakah hubungan antar ketiga strategi ini (strategi bisnis, strategi SI dan strategi TI) ? Berikut kami coba jelaskan berdasar dari sumber - sumber yang kami dapat. Cheers :)


Strategi SI (Sistem Informasi) 
dan TI (Teknologi Informasi)


Menurut Ward dan Peppard, strategi sistem informasi adalah : 
Strategi sistem informasi adalah strategi yang mendefinisikan kebutuhan organisasi atau perusahaan terhadap informasi dan sistem yang mendukung keseluruhan strategi bisnis yang dimiliki organisasi tersebut. "

Sedangkan strategi teknologi informasi adalah :
Strategi teknologi informasi adalah strategi yang berfokus pada penetapan visi tentang bagaimana teknologi dapat mendukung dalam memenuhi kebutuhan informasi dan sistem dari sebuah informasi."


Berarti kita sudah memiliki 3 pemahaman tentang strategi, yaitu strategi bisnis, strategi SI dan strategi TI. Namun manakah strategi yang paling vital ? Apakah penyelarasan itu ?


Penyelarasan tiga strategi

Ada beberapa pendapat mengenai penyelarasan strategi baik strategi bisnis, strategi TI maupun strategi SI.

Luftman dan Brier (1999) : Penyelarasan  terjadi saat penerapan sistem teknologi informasi di waktu dan cara yang tepat dan harmoni dengan strategi- strategi, tujuan-tujuan, dan kebutuhan-kebutuhan bisnis.

Lederer dan Mandelow (1989) : Penyelarasan merupakan "co-ordination" yang dapat    dicapai ketika strategi sistem teknologi informasi perusahaan diturunkan dari strategi                 organisasi, meliputi :

  1. Content linkage yang mengacu pada konsistensi antara rencana bisnis dan rencana sistem teknologi informasi.
  2. Timing linkage mengacu pada apakah rencana sistem teknologi informasi dikembangkan setelah, beriringan atau sebelum rencana bisnis dibuat. Dalam hal ini berpegang pada perencanaan, pelaksanaan, penganggaran, pengendalian dan evaluasi.

Boar (1994) : Organisasi perlu membangun, menyelaraskan, dan mengembangkan keunggulan kompetitif melalui pemberdayaan sistem teknologi  informasi untuk menjawab tantangan kompetisi global.

Jogiyanto (2005, p65) : Ada empat macam keselarasan / integrasi yaitu 

  1. Integrasi administratif (administrative integration). Integrasi ini menunjukkan hubungan yang sangat lemah antara perencanaan strategik bisnis (PSB) dan perencanaan strategik sistem teknologi informasi (PSSTI) yang berarti tidak ditemukan usaha yang signifikan dari penggunaan sistem teknologi infonnasi untuk mendukung rencana - rencana bisnis.
  2. Integrasi urut satu-arah (one-way sequential integration). Integrasi ini menunjukkan hubungan integrasi satu arah dari PSB ke PSSTI yang berarti PSSTI dilakukan untuk mendukung rencana-rencana bisnis.
  3.  Integrasi bolak-balik dua-arah (two-way reciprocal integration). Integrasi ini menunjukkan hubungan integrasi dua arah dari PSB ke PSSTI dan sebaliknya dari PSSTI ke PSB yang berarti PSSTI dilakukan untuk mendukung dan sekaligus mempengaruhi rencana-rencana bisnis.
  4. Integrasi penuh (fiill integration). Integrasi ini menunjukkan tidak adanya perbedaan antara PSB dan PSSTI dan keduanya dilakukan bersamaan di dalam satu perencanaan yang terintegrasi. Dengan demikian, peningkatan kinerja dapat dicapai dan keunggulan kompetitif akan diperoleh sehingga organisasi dapat terus bertumbuh serta mampu bertahan dalam kompetisi yang kian sengit.
   
    Dapat ditarik kesimpulan dari beberapa pendapat di atas bahwa strategi bisnis akan lebih berkembang dan maju apabila di dukung oleh strategi SI dan strategi TI. Strategi SI berbicara tentang bagaimana dia memberikan data dan informasi yang bergunan untuk di implementasikan ke strategi bisnis dan strategi TI mengambil peran dalam hal penyedia infrastrukur dan layanan guna menjalankan dan mencapai target dari suatu strategi bisnis tersebut. Secara sederhana, ketiga strategi tersebut dapat digambarkan pada bagan di bawah ini : 


Bagan singkat yang menggambarkan hubungan ketiga strategi



Pembentukan strategi SI / TI 

   Setidaknya ada lima pendekatan dalam pembentukan strategi SI / TI yaitu : 
  • Business led - dilakukan oleh spesialis TI, mendefinisikan rencana investasi SI/TI berdasarkan strategi bisnis yang ada.
  • Method driven - penggunaan teknik tertentu untuk mengidentifikasikan kebutuhan SI dengan menganalisis proses bisnis
  • Technological - perencanaan SI/TI dilihat sebagai latihan dalam proses dan pemodelan informasi, menggunakan alat pemodelan untuk menghasilkan rencana SI yang dituangakan dalam Blueprint.
  • Administrative - sasaran utamanya menentukan anggaran TI dan biaya serta rencana sumber daya yang dibutuhkan untuk membangun SI yang telah disetujui.
  • Organizational - investasi SI/TI didasarkan pada konsensus bisnis tentang bagaimana SI/TI dapat membantu pencapaian sasaran bisnis.
    
    Lalu, apa saja isi dari suatu rancangan rencana TI maupun rencana SI ?


    Garis besar isi suatu rancangan rencana TI ataupun rencana SI yang esensial / harus ada setidaknya mencakup (materi presentasi yang dibuat oleh David McClure, Managing Vice President di bagian Global Government Research, Gartner pada 25 Juni 2008. - http://mhs.blog.ui.ac.id/alfid.ardyanto81/2010/11/24/garis-besar-rencana-strategis-sistem-informasi-teknologi-perusahaan/ ) :


  1. Ringkasan eksekutif : menangkap esensi dari strategi, termasuk ‘jejak bukti’ dari strategi TI untuk nilai bisnis
  2. Konteks Bisnis : mencakup: misi, visi, tujuan dan prinsip-prinsip tingkat tinggi bisnis, tekanan kompetitif, peraturan dan lain-isu makro.
  3. Kontribusi TI (atau SI) untuk Bisnis : mengekspresi bagaimana kemampuan TI dalam membuat rencana sehingga memberikan nilai bagi bisnis.
  4. Prinsip TI : Gambaran umum sekitar lima sampai sepuluh prinsip yang memandu TI dalam mengambil keputusan dan mencerminkan kontribusinya. Prinsip serta panduan yang menunjang keputusan sehari-hari yang dituangan dalam tata kelola TI, sehingga mampu menjelaskan pada eksekutif bisnis bagaimana TI berkontribusi.
  5. Tata Kelola TI : menjelaskan siapa yang akan memberikan masukan, siapa yang akan membuat keputusan dan mekanisme apa yang akan digunakan untuk membuat, berkomunikasi dan menegakkan keputusan, untuk setiap jenis keputusan TI yang terkait.
  6. Manajemen keuangan TI : Penjelasan tentang sumber, penggunaan dan kontrol atas dana untuk TI.
  7. Arsitektur TI : Penjelasan tentang bagaimana layanan TI dibuat efisien, efektif, handal dan berulang.
  8. Portofolio aplikasi TI : Merangkum sistem informasi dan portofolio aplikasi serta inisiatif yang akan digunakan untuk melakukan pengembangan.
  9. Infrastruktur TI : Ringkasan infrastruktur dasar, termasuk lokasi, biaya dan ketahanan, untuk memberikan visibilitas platform untuk bisnis saat ini dan masa depan.
  10. Manajemen Informasi (jika dalam lingkup SI) : Menjelaskan bagaimana informasi dikelola untuk memenuhi kebutuhan peraturan, operasional dan strategi dari perusahaan.
  11. Struktur Sistem Informasi, Personalia dan Sumber Daya : Meringkas pengaturan dan sumber sumber daya guna menunjang strategi TI.
  12. Manajemen Resiko TI : menjelaskan bagaimana manajemen resiko TI terjadi dan bagaimana hal ini terkait dengan manajemen resiko perusahaan.
  13. Risiko dan masalah : merangkum resiko dan isu-isu yang terkait dengan strategi TI, dan bagaimana caranya agar resiko tersebut dapat dikurangi. 


    Seperti yang kita ketahui bahwa perencanaan strategi sistem dan teknologi informasi adalah proses analisis yang menyeluruh dan sistematis dalam merumuskan tujuan dan sasaran perusahaan serta menentukan. Strategi yang memanfaatkan keunggulan sistem informasi dan dukungan teknologi informasi dalam menunjang strategi bisnis dan memberikan perusahaan suatu keunggulan jangka panjang untuk menghadapi persaingan dengan perusahaan lainnya. Model kerangka kerja dari perencanaan strategi sistem dan teknologi informasi adalah sebagai berikut :

      Aktivitas Input :

  • Internal Business Environment, yaitu strategi bisnis yang lama atau saat ini. objek-objek bisnis, sumbernya, prosesnya, dan kebudayaannya serta nilai bisnisnya.
  • Eksternal Business Environment, yaitu meliputi ekonomi, industry dan persaingannya yang mempengaruhi operasional perusahaan.
  •  Internal IS/IT Environment, yaitu SITI yang lama atau saat ini dalam bisnis, yang membantu jalannya bisnis dan merupakan salah satu skill dan sumber serta infrastruktur teknologi dalam perusahaan.
  • Eksternal IS/IT Environment, yaitu meliputi trend teknologi dan peluang penggunaan SI TI yang lain, dan melihat SI TI dari pelanggan dan pesaing.



    Aktivitas Outputs:
  • Business IS strategy, yaitu menciptakansuatu strategi baru dari SI bisnis yang mungkin akan menghilangkan atau menambahkan beberapa unit atau fungsi bisnis yang telah ada
  • IS/IT Management Strategy, yaitu meliputi elemen-elemen umum dari strategi yang dipakai pada keseluruhan perusahaan.
  • IT Strategy, merupakan strategi untuk mengelola teknologi dan sumber daya khusus yang berhubungan dengan TI.

Refrensi :

Materi 3 - Pengantar Perencanaan Strategis SIM (FTI UKSW 2013)

Oleh : 682011016, 682011014, 682011049. 

Sabtu, 08 Juni 2013

Perencanaan Strategis Sistem Informasi Manajemen - 2 : Strategi Bisnis

      Setiap organisasi pasti memiliki strategi untuk dapat mencapai tujuannya. Menurut anda, untuk apa strategi dibuat ? Seorang coach sebuah tim sepak bola misalnya. Ia menggunakan strategi untuk dapat memenangkan pertandingan. Berarti strategi adalah sesuatu yang disusun untuk dapat mencapai tujuan. Namun dalam pembentukan strategi tidak hanya sekedar membentuk strategi dan selesai sampai situ saja. Ada tahap - tahap yang dilakukan agar strategi dapat berjalan dengan sempurna. Bermula dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi untuk strategi selanjutnya. Untuk mengenal lebih jauh mengenai strategi bisnis, kami mencoba untuk menyusun artikel di bawah ini. Semoga bermanfaat :) Cheers !


Manajemen Strategi Bisnis

     Parafrase dari Wikipedia (2013) : Manajemen Strategi bisnis/organisasi adalah proses atau rangkaian kegiatan pengambilan keputusan yang bersifat mendasar dan menyeluruh, disertai penetapan cara melaksanakannya, yang dibuat oleh pimpinan dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran di dalam suatu organisasi, untuk mencapai tujuan bersama dalam bisnis/organisasi.

Manajemen strategi bisnis adalah seperangkat keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan performa perusahaan    dalam jangka panjang (Wheelan & Hunger: 2001).

Dari dua pemahaman di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen stategi bisnis adalah segala tindakan dan keputusan manajerial yang menentukan kemamkuran dan berlangsungnya bisnis suatu organisasi. Strategi manajemen berfokus pada mengidentifikasi arah organisasi dan merancang untuk perubahan besar jika diperlukan guna mencapai tujuan tertentu.


Mengapa perlu menyusun strategi bisnis ?

             Hal ini seperti menanyakan mengapa kita perlu resep untuk membuat sebuah masakan. Untuk dapat memasak suatu makanan sesuai dengan prosedur (baca : resep) kita harus menyiapkan bahan - bahan yang diperlukan sesuai dengan resep. Dalam sebuah resep terdapat daftar bahan dan langkah - langkah prosedur yang harus dilaksanakan agar dapat menghasilkan makanan yang citarasanya sesuai. Tapi hal tersebut hanya sekedar contoh sederhana, dalam bisnis tidaklah sesederhana itu namun tentunya membutuhkan perencanaan yang kurang lebih intinya sama. 

                Apabila sebuah organisasi tidak meimiliki rencana strategis bisnis maka organisasi tersebut sangat rawan dalam menjalankan kegiatan-kegiatannya di depan. Mereka tidak siap apabila rencana dan strategi mereka guna mencapai tujuan di tengah jalan ternyata tidak berjalan sesuai yang diharapkan karena mereka mendapati permasalahan-permasalahan atau hambatan yang kompleks.

                Di tengah jalan akan sangat banyak permasalahan yang akan terjadi oleh sebab itu sebuah organisasi harus siap dengan segala perubahan yang selelau terjadi , strategi yang mereka gunakan harus bersifat dinamis untuk menghadapi persoalan-persoalan yang semakin lama semakin kompleks. Dengan tidak memiliki rencana strategis bisnis sebuah organisasi juga akan kurang dapat memaksimalkan apa yang mereka dapat atau malah sebaliknya mereka dapat merasakan kerugian akibat mereka tidak memiliki perencaan yang strategis.

               Perancangan startegis bisnis yang baik akan membantu sebuah organisasi dalam pengambilan keputusan untuk melakukan rencana bisnisnya dan merealisasikan pencapian bisnisnya
Manfaat:

a.       Memperbaiki efisiensi kerja dengan melakukan berbagai proses yang akan mengolah informasi tersebut secara otomatis

b.      Meningkatkan keefektifan manajemen dengan memuaskan kebutuhan informasi guna pengambilan keputusan.

c.       Memperbaiki daya saing atau meningkatkan keunggulan kompetitif organisasi dengan merubah gaya dan cara berbisnis


Siklus Rencana Strategi Bisnis

Skema siklus rencana strategi bisnis


Saat menyususn rencana strategis kita harus memperhatikan lingkungan, baik internal maupun external. Seperti analisis pasar, analisis pesaing, analisis pemasok dll. Setelah itu kita menentukan apa yang menjadi misi,tujuan,strategi dan kebijakan. Kemudian masuklah pada tahap implementasi. Setelah melakukan implementai jangan lupa kita harus melakukan evaluasi terhadap strategi yang sudah kita pakai apakah masih layak dipakai dan menguntungkan atau kah kita harus menggantinya.

Salah satu metodologi perencanaan strategis SI adalah metodologi Ward dan Peppard. Pendekatan metodologi versi Ward dan Peppard dimulai dari kondisi investasi SI/TI di masa lalu yang kurang bermanfaat bagi tujuan bisnis organisasi dan menangkap peluang bisnis,  serta fenomena meningkatkan keunggulan kompetitif suatu organisasi karena mampu memanfaatkan SI/TI dengan maksimal. Kurang bermanfaatnya investasi SI/TI bagi organisasi disebabkan karena perencanaan strategis SI/TI yang lebih fokus ke teknologi, bukan berdasarkan kebutuhan bisnis.

Metodologi versi ini terdiri dari tahapan masukan dan tahapan keluaran (Ward & Peppard, 2002). Tahapan masukan terdiri dari:

1)    Analisis lingkungan bisnis internal, yang mencakup aspek-aspek strategi bisnis saat ini, sasaran, sumber daya, proses, serta budaya nilai nilai bisnis organisasi.

2)     Analisis lingkungan bisnis eksternal, yang mencakup aspek aspek ekonomi, industri, dan iklim bersaing perusahaan.

3)  Analisis lingkungan SI/TI internal, yang mencakup kondisi SI/TI organisasi dari perspektif bisnis saat ini, bagaimana kematangannya (maturity), bagaimana kontribusi terhadap bisnis, keterampilan sumber daya manusia, sumber daya dan infrastruktur teknologi, termasuk juga bagaimana portofolio dari SI/TI yang ada saat ini.

4)  Analisis lingkungan SI/TI eksternal, yang mencakup tren teknologi dan peluang pemanfaatannya, serta penggunaan SI/TI oleh kompetitor, pelanggan dan pemasok.

Sedangkan tahapan keluaran merupakan bagian yang dilakukan untuk menghasilkan suatu dokumen perencanaan strategis SI/TI yang isinya terdiri dari:

1)  Strategi SI bisnis, yang mencakup bagaimana setiap unit/fungsi bisnis akan memanfaatkan SI/TI untuk mencapai sasaranbisnisnya, portofolio aplikasi dan gambaran arsitektur informasi.

2) Strategi TI, yang mencakup kebijakan dan strategi bagi pengelolaan teknologi dan sumber daya manusia SI/TI.

3) Strategi Manajemen SI/TI, yang mencakup elemen-elemen umum yang diterapkan melalui organisasi, untuk memastikan konsistensi penerapan kebijakan SI/TI yang dibutuhkan.


Skema siklus pembentukan portofolio aplikasi 


Untuk menyusun rencana strategis digunakan beberapa pendekatan : 


Pendekatan PEST

Pendekatan PEST (Political; Economic; Social & Technology) dilakukan untuk menganalisis   berbagai lingkungan sosial yaitu analisis pasar, analisis komunitas, analisis pesaing, analisis pemasok, dan analisis pemerintahan.


Analisis PEST adalah analisis terhadap faktor lingkungan eksternal bisnis yang meliputi bidang politik, ekonomi, sosial dan teknologi. PEST digunakan untuk menilai pasar dari suatu unit bisnis atau unit organisasi. Arah analisis PEST adalah kerangka untuk menilai sebuah situasi, dan menilai strategi atau posisi, arah perusahaan, rencana pemasaran atau ide. Dimana analisis ini dapat diambil suatu peluang atau ancaman baru bagi perusahaan (Ward dan Peppard (2002. p70-72))

a)      Faktor Politik
Faktor politik meliputi kebijakan pemerintah, masalah-masalah hukum, serta mencakup aturan-aturan formal dan informal dari lingkungan dimana perusahaan melakukan kegiatan. Contoh : kebijakan tentang pajak, peraturan ketenaga kerjaan, peraturan perdagangan, stabilitas politik dan peraturan daerah.

b)      Faktor Ekonomi
Faktor ekonomi meliputi semua faktor yang mempengaruhi daya pembelian dari pelanggan dan mempengaruhi iklim dari bisnis suatu perusahaan. Contoh: pertumbuhan ekonomi, tingkat suku bunga, standar nilai nikar. tingkat inflasi, harga harga produk dan jasa.

c)       Faktor Sosial
Faktor sosial meliputi semua faktor yang dapat mempengaruhi kebutuhan dari pelanggan dan mempengaruhi ukuran dari besarnya pangsa pasar yang ada. Contoh : tingkat pendidikan masyarakat, tingkat pertumbuhan penduduk, kondisi lingkungan sosial, kondisi lingkungan kerja, keselamatan dan kesejahteraan sosial.

d)      Faktor Teknologi
Faktor teknologi meliputi semua hal yang dapat membantu dalam menghadapi tantangan bisnis dan mendukung efisiensi proses bisnis. Contoh : aktivitas penelitian dan pengembangan teknologi, automatisasi, kecepatan transfer teknologi, tingkat kadarluasa teknologi.



Pendekatan SWOT (Strength; Weakness, Opportunity & Threat)


Pada pendekatan SWOT dapat digunakan untuk menganalisis bagian internal dan external . Bagian internal menggunakan pendekatan strength dan weakness sedangkan bagian external menggunakan pendekatan opportunity dan threat.

Analisis SWOT adalah sebuah model untuk menilai Strengths (kekuatan) dan Weaknesses (kelemahan) yang dimiliki organisasi, serta Opportunities (kesempatan) dan Threats (ancaman) yang dihadapi organisasi (Robson. 1997. p39).

Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan
strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan
(strengths) dan peluang (opportunities), dan dapat meminimalkan kelemahan (weaknesses) dan ancaman (threats) (Rangkuti 2003s p 18)


Strategi Bisnis / Organisasi yang Sering Dipakai


The Boston Consulting Group Business Matrix (Product Portfolio)

BCG (Boston Consulting Group) adalah perusahaan konsultan manajemen swasta yang bebasis di Boston, ini merupakan pertumbuhana pangsar pasar yang dikembangkan dan dipopulerkan oleh seorang manajemen konsultan terkemuka.

Metode analisis BCG (Boston Consulting Group) merupakan metode digunakan dalam menyusun suatu perencanaan unit bisnis strategic dengan melakukan pengklasifikasian terhadap potensi keuntungan perusahaan (Kotler, 2002).

Jika SI/TI menjadi rencana strategis suatu perusahaan yang menggunakan strategi bisnis “The Boston Consulting Group Business Matrix” maka peran pentingnya adalah sebagai sarana untuk mengamati perkembangan keuangan perusahaan setiap periodenya sehingga dapat memastikan perusahaan ada dalam kategori yang mana per periode tertentu. Hal ini akan mempermudah top level management dalam mengeluarkan kebijakan – kebijakan karena dapat mengetahui persis keadaan perusahaan secara aktual dan real time.




Keterangan dari masing-masing matriks adalah sebagai berikut :

  • Tanda tanya (asking), unit usaha yang bergerak dalam pasar dengan pertumbuhan tinggi, namun pangsa pasar relatif rendah. Pada bagian ini perusahaan harus bekerja keras untuk menentukan apakah akan tetap mempertahankan usaha ini.

  • Bintang (star), jika usaha di kategori tanda tanya berhasil, maka usaha tersebut akan menjadi kategori bintang. Kategori ini adalah pemimpin pasar yang berada dalam pasar yang tumbuh dengan cepat. Tapi bukan berarti akan memberikan arus kas positif bagi perusahaan, karena harus mengeluarkan banyak uang untuk memenangkan pasar dan antisipasi para pesaingnya.

  • Sapi perah (cashcow), kategori ini terjadi bilamana pertumbuhan pasar tahunan menurun. Sang bintang bisa saja menjadi sapi perahan jika masih masih memiliki pangsa pasar relatif besar sehingga masih menghasilkan banyak kas. Biasanya perusahaan kategori ini digunakan untuk membiayai jenis usaha untuk kategori lainnya.

  •  Anjing (dog), pada kategori ini perusahaan berada dalam pangsa pasar yang rendah dan pertumbuhan pasar yang lambat. Perusahaan bisa saja menghasilkan laba yang rendah atau bahkan mungkin mengalami kerugian.


Policy/portfolio matrices

Portofolio kebijakan (policy portofolio) adalah portofolio teoritis yang berisi kebijakan – kebijakan yang dikategorikan berdasar kelas – kelasnya dan akan dinilai / diseleksi sehingga dapat dipakai untuk strategi perusahaan dalam jangka panjang. Harvard University adalah salah satu yang menggunakan strategi ini. Hardvard university menggunakan policy portofolio sebagai salah satu filosofi dasar investment mereka. Policy portofolio memberikan panduan untuk alokasi yang tepat dan aktual bagi Harvard University sehingga universitas mereka dapat melakukan evaluasi secara terus – menerus. Policy portofolio sangat berguna untuk penggunaan jangka panjang.


Peran SI/TI dalam suatu perusahaan yang menggunakan strategi “Policy/portfolio matrices” adalah sebagai sarana untuk menyeleksi kebijakan – kebijakan yang ada (sebagai sistem pakar) sehingga dapat mempermudah top level management mengambil keputusan dan juga mempermudah organisasi / perusahaan tersebut dalam melakukan evaluasi per periode.


                                                                Industry Analysis


Industry Analysis menurut Business Dictionaries : Sebuah alat penilaian pasar yang dirancang untuk menyediakan bisnis dengan sebuah ide tentang kompleksitas industri tertentu. Analisis industri melibatkan peninjauan faktor-faktor ekonomi, politik dan pasar yang mempengaruhi cara industri berkembang. Faktor utama dapat mencakup kekuatan yang digunakan oleh pemasok dan pembeli, kondisi pesaing, dan kemungkinan pemain baru.


Analisis industri juga menjadi salah satu tahapan garis besar perencanaan bisnis menurut Hisrich er, al (2005, p198) yaitu terdiri dari : pandangan dan tren masa depan, analisis pesaing, segmentasi pasar dan peramalan industri serta pasar. 


Peran SI/TI dalam suatu perusahaan yang menggunakan strategi “Industry Analysis” adalah sebagai sarana pengamatan pasar. Tujuannya adalah sebagai sarana peninjauan yang akhirnya dapat membuat perusahaan menjadi dapat menyusun strategi kompetitif menghadapi pesaing – pesaing yang ada.




Refrensi :

hmc-harvard.edu
bussinessdictionary.com
id.wikipedia.org
Materi 2 - Pengantar Perencanaan Strategis SIM (FTI UKSW 2013)



Oleh : 682011016, 682011014, 682011049.